Hai namaku Lia, lengkapnya Yulia Savitri (efek ngajarin keponakan kecil bikin surat ke redaksi Majalah Bobo). Lalu, kenapa di sini harus pakai nama ‘sikupu’? Yah… sesuai tema blog aja sih dan kebetulan suka dengan insecta bernama kupu-kupu. Hmmm… soal nama rasanya bukan hal yang terlalu penting ya untuk dibahas, tapi untuk kali ini kuanggap nama menjadi sesuatu yang penting.
Apa kau tahu jika nama mempengaruhi kepribadian seseorang yang menyandang nama tersebut? Haa… aku juga tidak tahu pastinya, belum kutemukan penelitian ilmiah mengenai itu. Hanya saja aku merasa menjadi orang yang berbeda jika dipanggil YULIA. Hai… Yulia! Mbak Yulia, apa kabar? Teh Yulia ini lucu. Kak Yulia, Yuk Yulia, Neng Yulia, Ukhti Yulia, atau Ibu Yulia, tampak formal, kan? Responku pun akan sedikit menjadi sok tua, sok serius, dan sok tahu.
Jujur, aku lebih nyaman dipanggil Lia. Biasanya aku memperkenalkan diri sebagai Lia kepada kenalan atau komunitas baru dengan harapan terjalin keakraban. Lalu, ada masalah dengan itu? Ya, pernah di sebuah kantor redaksi aku ngotot minta dipanggil Lia, kemudian rekan wartawan dan koordinator liputan pun lancar memanggilku Lia (tanpa embel-embel; bu, mbak, teh, dek, dsb) namun seiring waktu mereka dengan sukses mengikuti para editor yang memanggilku dengan BU YUL! -_- Lain lagi dengan teman-teman di FLPC, mereka bingung saat akan memberikan sertifikat suatu kegiatan kepadaku dengan alasan: nama Lia (tok) tampak meragukan (keberadaannya?) Hehe… “Ama Liaaa.” teriak keponakan-keponakanku riang saat aku tiba di rumah. Kalau yang ini panggilan istimewa dari keponakanku. Kata ‘Ama’ mempunyai makna tante, yang diambil dari kata ammah dalam bahasa Arab. So, Ama Lia berarti tante Lia. Tante Lia, Ama Lia. Yeah… gitu deh.
Ya, kapan reuni? Nah, khusus panggilan YA hanya digunakan orang-orang terdekat saja seperti keluarga, tetangga, dan sahabat. Ada sedikit cerita lucu dengan panggilan YA ini. Waktu kecil dulu, ayahku memperkenalkanku dengan teman-teman mengaji di masjid dekat rumah dengan nama YA. Karena usiaku paling kecil saat itu, teman-teman pun menambah panggilan dengan kata dek, jadinya aku dipanggil DEK YA. Suatu hari, di tahun pertama menjadi bocah berseragam putih biru, aku dan beberapa teman terlambat datang ke sekolah, salah satu dari mereka adalah teman mengajiku. Kami yang terlambat ini punya cara jitu untuk menerobos masuk pagar sekolah yang sudah terkunci yaitu lewat kebun ilalang di belakang gedung sekolah. Kemudian, sampailah kami dengan aman ke kelas masing-masing dengan jejak sepatu yang belepotan becek di sana sini. Tanpa kuduga, teman mengajiku itu berteriak dengan bangga kepadaku, “Dek Ya, petualangan kito tadi seru nian, yo.” Seluruh kelas pun menatap aneh padanya karena di detik itu juga aku segera menghilangkan diri di balik buku. Huu… siapa itu DEK YA? Haha…
Ya itulah, sekedar share soal nama. Ga manfaat? Ya sudah jangan dibaca! Kalau pun ada yang terlanjur manggil Yulia, ya sudah lanjutkan. *Sayup terdengar di belakang ada yang berteriak: “Hei, act like your age!” :p
Sekali lagi, hai namaku Lia.

hahaha, cerita yg aneh >_<
oya, klo di WP sekarang udah gak bisa lagi pake justify buat ngerapihin tulisan yah?
dulu tuh bisa koq dibuat rata kanan, tapi koq sekarang gak bisa lagi yah?
klo tahu jawabannya, tlg kasih tahu yah, kagak enak nih klo gak rapih.
suwun
Aneh ya ceritanya? Enjoy aja ^__^
Maaf, masih terhitung new narablog di wp (ngeles banget ya). Kalau aku tahu pasti sudah kupakai juga, kan?
Teman-teman yang lain ada yang bisa bantu?
pilihan theme nya ada yang rata kanan ada yang tidak, kalau yang saya pakai sekarang otomatis rata kanan meskipun copas dari word yang amburadul
ikutan nimbrung.ada kog.kalo pengaturan visual;letaknya di dekat “Underline” dan paragrap..hehe maap
bisa-bisa … tapi kudu menguasai ilmu yang namanya CSS, kalau tertarik ingin mempelajarinya silahkan mampir ke http://ohsyahkira.wordpress.com … dijamin akan menemukan caranya
Saya agak cepat sekali melupakan nama orang, he he…, penyakit orang yang sudah tua yang begini, gampang pikun
Bukan penyakit lupa berat yang harus periksa ke singapura kan?
Sebenarnya sih, cepat melupakan nama orang disebabkan tidak terlalu memperhatikan saat perkenalan, bli.
hai lia…
orang jambi kah???
Orang Palembang, mbak.
Bahasanya sama ya?
Serumpun kok dengan orang Jambi.
boleh manggil “YA” gak? :malu:
Haha
Baiknya panggil Lia aja, ya.
Wah kalau saya dari dulu sampe’ sekarang di panggil dengan nama itu saja kalau gak Ed, ya dy. Cuma temen-temen diforum aja yang manggil awan. soalnya ID saya buat awan.
Oke deh, Om Edy Kurniawanto.
nama adalah doa, harapan orang tua
Ya, Pak.
hai, namaku Lia, lengkapnya Rismalia dana Putri(efek mbaca postingnya sikupu.wordpress.com).
he, nama kita sama nih mbak, di rumah dan oleh orang2 “terdekat” biasa dipanggil Lia/Dek Ya, ato ama Lia?(buat ponakan pertama saya yg baru berumur 1 bulan 5 hari itu, he). tapi di sekolah, forum2 dll lebih sreg kalo dipanggil Risma. lah, kok malah jadi sesi kenalan gini yah..ha, ya gpp deh, sbg awalan, salam kenal, mbak Lia… ^_^
Salam kenal juga Lia, hehe serasa ngomong sama diri sendiri. Ganti ya, aku pilih manggil Risma aja. Di blognya pake risma, kan? *kedip-kedip*
oya, btw asalnya dari mana nie mbak?
“Dek Ya, petualangan kito tadi seru nian, yo.”
bahasanya familiar bagi saya
Palembang
Bahaso Wong Kito ^__^
Aku dah tau say namamu mba Lia.. hehehhehe..
Hehe… ketemu juga di sini kita ya.
aku link ya blogmu..
Silahkan dengan senang hati, Mbak.
Lia…^_^
Naon, Teh Ika?
Bukan ajang narsis lho ini hihi
Oiya, ada tema baru dari writer’s club: happily ever after!
mumpung narsis masih gratis..hehehe. oya selamat ya bwt resensinya yg keren itu :-bd. kpn2 ajari aku bikin yang sebagus itu ya..;;)
@Langit11:
Hatur nuhun, belajar sama-sama ajalah teh masih amatiran kok.
Kenapa ga komen di sana: Masya Allah ya, sikupu nulis soal teenlit! ^__^
Tapi, teenlit terhitung mudah teh buat latihan. Coba deh (ngeles).
Hehehe… beberapa hari yang lalu saya juga barusan menulis postingan tentang namaku, dan banyak kejadian menarik seputar nama saya tersebut, disimak yah => http://masdinsite.info/2010/05/my-name-is-masdin-not-mas-din/
Oke, siap meluncur ke TKP.
hoho, gtu sejarahnya…oke deh,
salaman dulu deh, Lia ya? *salaman*
tetep smangat ya, hehe..
Ya, semangat!
Sekarang silahkan dibuka buku sejarah halaman 25, kerjakan soal latihannya: tulis sejarah namamu sendiri ^__^
Oke, saya tahu namanya sekarang.
Sekarang kalau blogwalking pakai nama ‘lia sikupu’… oke, oke?!!
saya hafidz, kdang moef, kadang mufti, bisa sany juga, sering fachri juga
tergantung
mau suruh MC
suruh ngisi kultum
suruh nulis
suruh kasi pelatihan
apa mau di interogasi
Ya, Pak Hafidz, apa tema selanjutnya? Ga ada berita apa pun dari teman-teman.
Assalamualaikum Lia…
Wa’alaikumussalam, Kak Zen.
Salam Kenal … Lia..
Trims sudah main ke sini.
Assalamualaikum Yulia…
Wa’alaikumussalam, lho kok jadi manggil Yulia, kak?
halo kak lia *_*
Halo aini
assalamualaikum,salam kenal mbak/teteh/ukhti lia dari jakarta..
wa’alaikumussalam wr wb
salam kenal juga, Anung.
ngomong2 mbak itu dosen di UI kan? yang sering ngisi di ERA muslim?barakallahu fiik..
Amin.
Sayangnya belum jadi dosen sekarang ini.
Ngisi di eramuslim mah ga sering, cuma sesekali, dan perlu dicatat nih, ada nama yang sama dengan saya yang lebih dulu aktif mengisi di sana, namanya mbak Yulia Safitri (with F). Mungkin yang Anung maksud itu beliau ya.
mampir mbak Lia…
salam silaturahim
-Rina, umminya Khonsa-
assalamulaikum wrwb..salam kenal lia..wong kito yo,,akhirnyo ado kawan pake baso melayu..he slam kenal dr bengkulu,,tp skrg di MALANG..main2 kerumah awak yo..kebetulan rumah kita bertema sama..he ijin blogroll
adikku juga nama kecilnya, Lia. Haha
salam kenal untuk ama Lia,
ditunggu lo
senang rasanya membaca-baca artikel kamu, serasa menemukan oase di padang gurun
btw kalau ada waktu silahkan mampir ke http://edutecfive.wordpress.com yaaa
Hi Yul!
hai aulia… mano link blog-mu?? sori, aku jarang aktif di milis hehe
Wuiiih, ‘IBU’ Lia ini ternyata wartawan, ya…. Hebat, ‘Bu’…..
salam kenal y ama lia…..
mampir mbak, malem-malem begini masih boleh kan mampir di blognya?
Salam kenal Mbak Lia. Saya mampir karena penasaran,ngelihat di sebuah blog… kok ada nama Lia Sikupu… Kebetulan saya juga penggemar kupu-kupu..
Tenyata memang penggemar Kupu-kupu juga ya Mbak..
salam kenal ukhti Lia