Di saat kecelakaan maut yang terjadi di Tugu Tani Jakarta masih menyisakan luka mendalam, aktivis wanita asal Saudi yang dikenal dengan seruannya pada anti pelarangan wanita mengemudi, tewas ketika naik mobil.
Dialah Manal Al-Syarif (foto atas), seorang akademisi wanita Saudi jebolan Universitas Amerika. Manal pernah nekat mengendarai kendaraan pribadinya di tengah Kota Khobar sebagai protes atas kebijakan larangan mengendarai mobil bagi wanita di negaranya. Praktis, tindakannya itu mengundang pihak keamanan untuk mengamankannya selama 10 hari pada Mei 2011 lalu.
Masalah menyetir mobil bagi kaum hawa memang menjadi polemik hangat di Arab Saudi, antara yang pro dan kontra. Hingga kini pemerintah secara resmi masih melarang kaum wanita menyetir kendaraan. Namun, di sisi lain tuntutan untuk menghapuskan ketentuan tersebut tidak pernah berhenti. Meskipun masalah ini sering timbul tenggelam, namun tampaknya semakin ke sini, tuntutannya semakin kuat seiring dengan semakin kuatnya tuntutan kaum wanita Saudi agar peran mereka di tengah masyarakat semakin diakui.
Ironisnya, Manal, salah satu aktivis yang menuntut penghapusan larangan itu tewas akibat kecelakaan saat sedang menumpang mobil yang dikendarai temannya yang juga seorang wanita. Dalam insiden naas itu, Manal tewas di lokasi kejadian, sedangkan sang pengemudi mengalami luka berat dan segera dilarikan ke rumah sakit. “Seorang wanita tewas di tempat dan satu orang lagi segera dilarikan di rumah sakit karena mengalami luka yang cukup parah,” ujar juru bicara kepolisian, Abdulaziz Al-Zunaidi seperti dilansir AFP.
Jan27
Kupu-Kupu Pengemudi Wanita
Advertisement

sedih juga demi mengetahui berita yang seperti ini
berbagi informasi
Mba Lia sebagai kaunm hawa yang berpendapat bagaimana??
Mendukung ya boleh nyetir apa yang tidak Mba?
kenapa jadi nanya pendapat saya, pak?
Kok pak sih Mba,, kelihatan tua apa, hehe…
Ya saya bertanya pada Mba Lia kembali karena mungkin Mba Lia salah satu wanita yang mendukung tentang adanya sopir wanita atau wanita yang mengendarai kendraan sendiri..
Yang penting hati-hati saja mbak… dalam menyetir
iya, tapi saya nyetir motor ^_^
Siapa pun bisa mengalami kecelakaan, sehingga kita mesti waspada
.
ya, waspadalah
Assyikk juga ya bisa pandai nyetir mobil
tp saya belum berani.he….
sama dong
sebagian negara arab masih mengekang hak perempuan, tidak hanya soal setir mobil, banyak lagi persoaalan lainnya yang melarang wanita untuk berktifitas seperti kaum laki-laki….
ya, termasuk untuk urusan hukum keluarga yang sangat ketat sekali *hasil kuliah tempo dulu
“Dialah Manal Al-Syarif (foto atas), seorang akademisi wanita Saudi jebolan Universitas Amerika.”
hmm.. no comment dah
Hmmm… aku paham maksud no commen dari fanz. Dia sepertinya aktivis yang memegang paham feminis yang ingin merdeka, tidak dikekang, dan seterusnya… jangan no komen seharusnya, biar kita bisa diskusi.
sangat tragis sekali ya….!
kalah maju dong ya sama wanita Indonesia yang udah bebas menyetir mobil bahkan abg aja udah bisa.
waah.. kalo gitu belajar nyetirnya di indonesia aja deh
# maksudnya di deket rumah aje. ^^b
Aku juga pernah mendengar pelarangan wanita mengemudi di Saudi. Dengan adanya kejadian ini, mungkin semakin menunjukkan bahwa wanita tidaklah cocok untuk mengemudi.
Bukannya lebih enak menjadi penumpang dibanding nyetir sendiri?
Maklum, diriku gak berani belajar nyetir
Semoga kecelakaan yang serupa semakin bisa dihindari bila para pengemudi, baik laki-laki maupun wanita, lebih hati-hati….