by: Muhsin Labib

Cahaya bundar menembus
menghantam mega-mega bergelayut di cakrawala

Cahaya bundar melesat
mengoyak busana punggung persada penuh noda

Cahaya bundar Bersinar
dan serpihan serpihan pun menikam gulita

Cahaya bundar berpendar
dan dayang dayang pun bernyanyi berdansa

Cahaya bundar menyebar
dan rubah-rubah pun tertegun melepas suara

Cahaya datang bersambut
derit jendela reot rumah nan sahaja

Cahaya datang beriring
dawai semilir berdesah di altar semesta

Ia datang
dan kau tengadahkan muka
menyongsong kucuran khamar tak bercawan

Ia datang
dan kau pejamkan mata
meresapi sentuhan hangat tak bertangan

Ia datang
dan kau tundukan kepala
mengendus wangi kesturi tak berdahan

Ia datang
dan kau campakan raga
mengelepar gelapar dalam cahaya tak berwarna

Cahaya cahaya cahaya…
percikkan cahaya
agar semua nyala dalam cahaya
agar semua sirna dalam cinta
agar semua tiada dalam Ada

Benarkah para abdi kayangan memanggil manggil
bumi dan gunung gunung tiba tiba mengigil
ranting tin dan zaitun bergesek bak biola
dan tembang rajawali mengalun menyusun irama?

Benarkah lonceng sinagok-sinagok di Betlehem berdentang
menara katedral-katedral kuno di vatikan berguncang
lilin-lilin kecil vihara-vihara di Tibet bergoyang
gerbang kuil kuil angker di Hindustan tumbang
dan api agung Avista di isfahan menjadi arang?

Benarkah gajah-gajah Afrika bertabrakan
burung burung neraka berterbangan
patung patung raksasa berjatuhan
dan seniman seniman ukal berhamburan?

Benarkah gembel gembel menjadi bangsawan
buruh-buruh menjadi juragan
budak- budak menjadi tuan tuan
janda-janda menjadi seperti perawan
para pemuka Mekkah menjadi buruan
dan tuhan-tuhan pun menjadi reruntuhan?

Benarkah angin gurun mengelus dengan desirnya
samudara biru mengeliat dengan deburnya
merpati-merpati melanglang dengan kelepaknya
dan cahaya bulat menghujam dengan kilaunya?

Benarkah awan berarak mengikuti langkahnya
pepohonan menunduk menghormati dirinya
rumput datang menghampiri kedua kakinya
onta dan kuda menunduk bersimpuh di hadiratnya
susu mengucur melewati jari kemarinya
dan daur purnama pun merekah menuruti isyaratnya?

Benarkah kala meminta dibiarkan
kala dikepung ditinggalkan
kala memanggil dihinakan
kala menyuruh dipikunkan
kala berwasiat dikacaukan
dan kala wafat pun digeletakkan?

Advertisements