Suatu sore di akhir pekan, aku dan tiga keponakanku -Nargis (10th), Nabila (5th), dan Najwa (4th)- sedang santai di teras rumah. Geli deh melihat mereka yang lucu berceloteh sambil bermain.

“Kita main tebak-tebakan, yuk.” ajakku yang langsung disambut dengan gembira oleh ketiganya, bahkan sambil loncat-loncat riang.

“Buah apa yang ngetop di Bulan Ramadhan?” tanyaku.

Haa… bisa-bisanya pertanyaan konyol itu muncul, apa karena sudah rindu Ramadhan? Nargis dan Nabila langsung mengangkat tangannya sebagai tanda bisa menjawab tebakanku, sementara si adek sedang menghitung jarinya sendiri, atu… ua… ida… Segera kupersilahkan Nabila untuk menjawab lebih dulu.

“Buah durrrren!” teriaknya. Tekanan di huruf R-nya menunjukkan dia sudah fasih menyebut huruf R 🙂

“Yahhh… itu sih ngetopnya di Palembang doang.” ledek si kakak.

“Kalau menurut kakak, buah apa, kak?” tanyaku lagi.

“Buah kurma.” jawabnya.

“Yahhh… itu sih Bila tahu.” sahut Nabila pula.

Jauh di belakang kami, si adek masih sibuk menghitung, atu… ua… ida.

sumber gambar: dok keluarga

Advertisements