Bahagia campur haru tampak pada wajah tiga remaja puteri Palestina ini. Siapa sangka, dalam penderitaan di bawah penjajahan Israel, mereka tetap semangat belajar bahkan terpilih untuk mewakili Palestina untuk ikut dalam ajang International Science and Engineering Fair yang akan digelar di San Jose, California bulan Mei mendatang.

Asil Abu Lil (14 th), bersama dua teman kelasnya di Askar Girls School, Asil Shaar dan Nour Al Arda berhasil membuat tongkat dengan sensor khusus untuk membantu para tunanetra. Tongkat itu dilengkapi dua sensor inframerah, satu sensor diletakkan bagian depan dan satu sensor lagi diletakkan di bagian ujung tongkat. Dengan adanya sensor itu, para tunanetra bisa mendeteksi apakah jalan yang dilaluinya akan menurun atau mendaki.

Hasil temuan ketiga remaja puteri Palestina itu mendapat pujian dari Direktur Divisi Teknologi lembaga American Federation of the Blind, Mark Uslan, dan juru bicara United Nations Relief and Works Agency (UNRWA), badan PBB yang mengelola sekolah-sekolah untuk anak-anak Palestina di Gaza dan Tepi Barat, Chris Gunness.

Sebelum terpilih menjadi wakil Palestina ke San Jose, Asil dan teman-temannya harus berkompetisi mengalah belasan kontestan lainnya di Tepi Barat. Mereka berhasil memenangkan kompetisi itu, tapi dihadang persoalan lain karena hadiah uang dari kompetisi di Tepi Barat, tidak cukup untuk membiayai mereka bertiga ke San Jose. Asil akhirnya memutuskan teman satu kelompoknya saja yang akan pergi ke San Jose.

Tapi kesulitan ini didengar oleh para pekerja kemanusiaan PBB. Mereka lalu menggalang dana pekan kemarin untuk membeli tiket tambahan untuk Asil. Asil tak kuasa menahan air matanya, ketika mendengar berita bahwa ia juga akan pergi ke kompetisi sains di San Jose.

Sumber

Advertisements