Cetik… cetik… Suara itu terdengar dari kamar utama. Tampak di dalamnya seorang pria berkacamata sedang sibuk di depan komputer. Sesekali ia menyeruput kopi yang asapnya masih mengepul.

“Papa!” Ini panggilan dari seorang gadis kecil. Usianya sekitar 10 tahun, namanya Miiko, Miiko yang selalu ceria dan riang!

“Lagi kerja, ya?” tanya Miiko di depan pintu kamar.
“Iya, artikel khusus nih. Tapi, sudah selesai kok, Miiko sayang. Ya, akhirnya selesai setelah dua minggu bekerja.” jawab si papa. Papa Miiko bekerja sebagai wartawan. Khas pekerja Jepang pada umumnya, pekerja keras, sampai-sampai pekerjaannya pun ia bawa ke rumah.

“Papa, ada yang mau aku lihat di komputer.” Miiko pun mendekati meja kerja papanya dan menyodorkan sebuah majalah. “Ini, Pa.” lanjutnya.
“Home page komik, ya?”
“Iya, banyak permainan di sana. Kayaknya bagus deh.”
“Ya sudah, kita lihat sama-sama, ya.”
“Asyik… asyik…”

Tampak di layar monitor gambar warna-warni dengan judul Dr.Run’s Home page. Papa Miiko membiarkan Miiko memegang sendiri mouse komputer. Begitulah, sore itu Miiko mulai mengenal dunia game online dengan didampingi papanya.

***
Esok harinya, Mari Chan datang ke rumah dengan membawa komik. Mari adalah sahabat Miiko yang ingin sekali menjadi komikus.

“Apa? Kamu sudah lihat home page komik ini?” pertanyaannya disambut anggukan ceria dari Miiko.
“Miiko.”
“Ya?”
“Aku juga mau lihat home page itu.”
“Eh?! Ta… tapi, papaku lagi nggak ada.”

Keduanya kini mengendap-endap ke kamar papa Miiko. Iya, nggak apa-apa kan kalau cuma main sekali, pikir Miiko setelah dibujuk Mari Chan. Pik, power komputer dinyalakan.

“Pertama-tama gimana, ya?”
“Eh, kata papa kemarin klik yang ini… terus ketik alamatnya di sini.”
“Wah, keluar tuh! Miiko hebat!”
“Hehehe… asyik banget, kan?!”
“Hihihi… lucu.”

Tiba-tiba di layar muncul tulisan peringatan: Sepertinya komputer Anda bermasalah. Silahkan klik untuk kembali. Siiiing… keduanya terdiam.
Miiko coba mengklik tapi komputer malah mati dan tidak jalan sama sekali. Hanya bunyi tuuuut panjang yang terdengar. Fatal error, komputer tidak dapat dijalankan. Oow ow… Miiko jadi ingat pesan papanya kemarin untuk tidak pegang komputer sembarangan saat papa tidak ada. Miiko dan Mari Chan pun kalang kabut, dan langkah termudah bagi Mari Chan untuk masalah ini adalah pulang, kabuuuur.

***

Bagaimana kelanjutannya? Saranku sih baca sendiri komiknya, asli bikin muka merah campur asap (???) bikin ketawa maksudnya. Meskipun ceritanya biasa tapi gambarnya benar-benar lucu! Uuuh… jadi ini komik yang disalin! Ya… maaf, ya. Salah satu cerita di komik Miiko Chan kucoba tuangkan dalam bentuk cerpen ini. Alasannya sebagai latihan menulis. Tetap manarik, kan? hehe

Advertisements