Shalat Ied Fitri tahun ini sangat indah. Matahari memancar hangat dan kicauan burung bersahutan ikut bertakbir memuji-Nya. Debaran rasa gembira turut pula kurasakan, penyebab utamanya sih karena hari itu juga aku dan keluarga kecil kakakku siap meluncur ke Palembang, mudik!

Ba’da shalat Ied, kakakku yang menjadi Khotib di kawasan itu disambut ramah pengurus masjid. Aku dan ketiga keponakanku pun harus menunggu di pinggir lapangan. Sambil bercanda, kami membayangkan asyiknya berkumpul dengan keluarga di Palembang nanti. Wajah ceria ketiganya membuatku segera mengambil kamera dan mengabadikan momen indah tersebut. Cekrek!

Dari balik kamera, terlihatlah olehku koran-koran bekas bertebaran di mana-mana. Koran, sebuah sarana informasi yang berguna bagi manusia. Ia dicari setiap pagi atau sore, agar manusia mendapatkan berita terbaru hari itu, berkat usaha kerasnya para rekan wartawan pastinya.

Ya, itulah tugas utama sang koran, disamping terkadang ia pun menjadi pembungkus barang dagangan di pasar atau menjadi bentuk yang beraneka dari tangan seorang bocah.

Tapi tahukah kau, Sahabat? Koran yang kulihat di hari lebaran ini menunjukkan puncak kesempurnaannya. Ia berikan dirinya kepada manusia untuk dipakai sebagai alas sujud di balik sajadah indah. Agar sajadah itu tetap bersih dan suci seperti bersih dan sucinya hari Ied ini.

Advertisements