Mesir…

Aku mengenalimu sejak di bangku kuliah. Mulai dari diktat yang diwajibkan dosen untuk kutelusuri hingga novel-novel karya penulis muda muslim yang menghibur.

Mesir….

Kau adalah salah satu bagian dari dunia arab yang banyak dikunjungi rekan-rekanku. Mereka, ada yang mampu melanjutkan pendidikan di tanahmu. Merasakan langsung kondisi dan suasana belajar tradisional yang ada. Ketika kembali ke negeriku, mereka pun banyak bercerita bagaimana eloknya gambaran tentangmu. Mereka bahkan berkeinginan untuk kembali bila ada kesempatan lain.

Mesir…

Siapa sangka, jika kisah Fir’aun-mu masih bisa kami saksikan. Kabar terakhir yang kutahu, kerusuhan terjadi sangat dahsyat dan menegangkan sebagai akibatnya. Beberapa rekanku yang masih menempuh pendidikan di tempatmu pun menjadi kehilangan kontak.

Mesir…

Kau tahu, dunia berharap cemas dengan pemberitaan tentangmu hingga saat ini. Semoga cepat terselesaikan masalahmu. Kami mendoakan yang terbaik.

Advertisements