Seorang teman bercerita tentang asyiknya mengikuti festival cosplay. Katanya, selain bisa mengekspresikan karakter tertentu dalam sebuah kostum unik, dia pun bisa menikmati aksi para cosplayer lainnya.

Hmm… yang aku tahu, cosplay memang dikenal sebagai hobi mengenakan pakaian serta aksesori yang sama persis seperti karakter di film, anime, game, dongeng, bahkan penyanyi atau musisi idola. Bila festival cosplay sudah banyak diadakan, berarti tidak salah kalau dibilang para peminat cosplay di Indonesia saat ini semakin menjamur.

Dari cerita temanku itu, tampaknya tampil dengan karakter tokoh favorit sangat menyenangkan. Tapi bagaimana kalau tokoh tersebut ternyata berlawanan jenis dengan sang cosplayer ya? Temanku yang saat itu mengenakan kostum Lelouch, karakter dari anime Code Geass, mengatakan dengan lantang, “Bisa!”

Kata dia, seorang cosplayer bisa mencoba dengan cross dress.Cross dress berarti cosplay yang menggambarkan tokoh yang berseberangan dengan jenis kelamin sang cosplayer. Artinya, cosplayer perempuan seperti dirinya bisa menggunakan cosplay yang berkarakter laki-laki atau sebaliknya.

β€œIni menariknya. Aku bisa menjadi laki-laki dalam sekejap dengan menjadi seorang cross dresser,”tutur temanku ini dengan antusias.

Dia juga menjelaskan kalau ada istilah lain yang banyak dikenal para cosplayer yaitu cosfaker dan cosliar. Kedua istilah ini menunjukkan pada mereka yang tidak original dalam ber-cosplay. Biasanya, cosplayer tersebut akan mengaku dirinya sebagai pemain dalam sebuah gambar cosplay yang tampak keren dan disukai banyak orang.

β€œTentu mereka tidak berlaku jujur. Karena itu, seorang cosplayer baiknya tidak berlaku curang. Kalau memang ingin tampil beda, bisa dicoba dengan cross dress aja,”pesan dia.

Aku pun manggut-manggut, ikut setuju.

Advertisements