Dapat lemparan PR dari Adia , si blogger cerdas tetangga sebelah, untuk berbagi kenangan masa-masa sekolah, khususnya SD. Aahh… jadi ingat dengan kebodohan dan kepolosanku di bangku sekolah. Lucu kalau dikenang 😀

Jam dinding yang menunjukkan pukul 06.20 wib pagi, selalu mengingatkanku pada masa-masa sibuk jiaaah untuk berangkat sekolah. Uuuuupss… jam segitu belum berangkat sekolah? Ya, sejak SD hingga SMA, lokasi sekolahku memang tidak terlalu jauh dari rumah. Jadi, kalau berangkat sekolah agak-agak siang ga masalah (= Kalau pun ternyata terlambat, kedatanganku yang sudah ngos-ngosan karena berlari mengejar deritan akhir gerbang sekolah, tidak membuat para guru memberi hukuman. Ehmm… seingatku sih begitu 😀

Guru Favorit
Ada satu guru di SD yang benar-benar kutakuti karena sering memberi hukuman di kelas. Namanya Ibu Ima, wali kelasku di kelas 3 SD Muhammadiyah 6 Palembang. Sosoknya yang muda dan energik menuntut semua hal harus sempurna, bahkan untuk hal-hal kecil seperti meletakkan sepatu dengan benar di rak (saat itu, kami harus menjaga kebersihan kelas dengan membuka sepatu sepanjang pelajaran :D). Meski begitu, beliau ini termasuk guru favoritku juga selama SD karena cerdas dan cantiknya.

Guru Paling Killer
Oiya, saat kenaikan kelas 6, aku dan teman-teman berharap tidak terpilih untuk masuk ke kelas 6A. Selain dikenal sebagai kelas unggulan dengan isi muridnya yang katanya pintar-pintar, di kelas ini juga ‘digawangi’ oleh wali kelas yang luar biasa killer. Owhh… saat itu, melihatnya lewat di kelas kami (kelas 5) saja sudah menegangkan, apalagi harus berhadapan langsung dengan wajahnya yang berhias alis tebal itu. Benar-benar menakutkan! lebaaaay 😀 Menariknya, setelah pengumuman pembagian kelas, aku dan sahabatku Aci, Nana, dan Yeni justru masuk ke kelas 6A. Bayangkan tegangnya kami setiap hari menghadapi beliau!! hehe. I miss her, honestly.

Teman Bolos
Kalau cerita soal teman bandel aku punya! Mereka adalah Aci, Nana, Dwi, dan Yeni. Kami sering bermain di gedung baru sekolah yang belum selesai dibangun. Walaupun tangganya belum ada, tapi kami nekat memanjati gedung dua tingkat itu untuk mencapai puncaknya. Dari lantai teratas yang belum beratap itu, kami bermain. Pulangnya melalui pagar sekolah TK yang tingginya sejajar dengan lantai pijakan kami. Pernah pula kami pura-pura sakit hanya untuk bermain, padahal saat itu lagi ada ujian harian pelajaran olahraga. ckckckckk

Teman Berantem
Berantem ala anak SD… paling marahan bentar, trus baikan lagi, gara-garanya pasti karena ada yang jahil. Tapi, kalau teman berantem sampai musuhan lama, kayaknya ga ada.

Makanan Favorit
Mie remes dan roti es alias wafer imut yang dijual di kantin sekolah.

Tas dan Sepatu Favorit
Tas biru besarku yang di depannya bergambar Sailor Moon 😀
Sepatu? Ehmm… dari TK sampai kelas 5 aku selalu pakai sepatu cantik berpita. Feminim. Tapi, kelas 6 aku memilih tuk pakai sepatu kets yang membuatku saat itu terlihat kerrrreeeen…

***

Siip! Adia, sudah selesai nih ya PR-nya. Aku bagikan tugas selanjutnya ke Niefha, Teh Ika, dan ehmm… siapa ya?? Oh… Aulia, si teman TK dan SMA-ku 😀 😀 Selamat menjalankan tugas, teman-teman…

Advertisements