Berawal dari info tentang adanya suatu acara diskusi pada suatu momen. Aku dan teman-teman menyediakan waktu untuk hadir di acara yang katanya akan diisi oleh seorang rekan seprofesi kami tersebut.

Konsep acaranya menarik karena ada pemutaran film terlebih dahulu sebagai bahan diskusinya. Tapi sangat disayangkan, pemutaran dua film dengan beda tema tidak dapat mempertahankan mereka yang hadir untuk tetap di sana sampai acara diskusi dimulai. Terbukti, pada pemutaran film kedua yang memang cukup berat membuat beberapa yang hadir ‘bergelimpangan’ dari posisi duduk manis ke posisi yang beraneka rupa. Hingga puncaknya, pengunjung usia remaja menghilang sebelum film berakhir.

Acara diskusi pun dimulai. Begitu serunya sampai kami tidak menyadari ada mbak Lola Amaria hadir di sana. Ya, beliau akan jadi pembicara di season esok harinya. Aku tidak akan membicarakan esensi dari diskusi kami. Hanya ingin share bahwa komunitas yang kudatangi ini ‘berbeda’! Yup, kebanyakan mereka adalah penyuka seni dan pecinta kebebasan. Tidak heran, jika saat diskusi berlangsung, sebagian mereka dengan santainya menghisap ROKOK. Laki-laki dan perempuan!

Mungkin bagi sebagian rekan, perempuan merokok  itu biasa. Sementara aku dan teman-temanku tidak! Meski demikian, kami coba bertahan di sana karena diskusi memang sangat menarik dan teman-teman baru ini sangat smart dan mau menerima pendapat. Pastinya, interaksi dengan komunitas seperti ini bukan berarti kami harus meninggalkan nilai yang kami pegang.

ilustrasi : @phenbandel (tengkyu, pen :D)

Advertisements