Kemarin, sebuah pesan broadcast (bc) dari teman masuk ke ponselku. Tidak seperti bc pada umumnya, pesan kali ini menarik untuk dibahas yakni tentang strategi mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadhan.

Menurut pesan tersebut, kalau dibagi dalam 30 hari selama Ramadhan, berarti mau tidak mau kita harus membaca 20 lembar mushaf Al-Quran setiap harinya. Sebab, 30 juz dalam mushaf biasa (non cetakan Arab Saudi) terdiri dari 600 lembar lebih. Membaca 20 lembar perhari mungkin tampak susah untuk dilaksanakan, terutama bagi yang belum begitu mahir membaca Al-Quran. Tapi, kalau dibagi di setiap shalat fardhu tentu akan lebih terasa mudah. Sebab, jelasnya, kita hanya perlu membaca minimal empat lembar setiap selesai shalat (yang lima).

Aku maklumi kalau dengan strategi begini kita bisa mengkhatamkan Al-Quran hingga akhir Ramadhan. Tapi, perlu diingat bahwa yang kita kejar bukan hitung-hitungan lembaran semata. Kita tentu ingin amalan ini bernilai ibadah. Kita juga ingin merasakan nikmatnya membaca Al-Quran tanpa harus dihantui target selesai sekian lembar perharinya. Tidak hanya itu, sesuai dengan adab membaca Al-Quran, kita pun harus mengikuti kaidah hukum tajwid. Jika tergesa-gesa membaca karena diburu target selesai, dikhawatirkan bacaan kita salah.

Karena itu, yuk ah perbaiki niat kita. Membaca Al-Quran dengan target hanya karena Allah. Aku rasa, itu strategi yang harus kita lakukan sebelum mengkhatamkannya dengan sempurna. Bahkan di luar bulan Ramadhan sekalipun. Memang ini adalah bulan seminya Al-Quran. Disebut demikian karena pada bulan Ramadhanlah Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Sepatutnya kita memanfaatkan waktu-waktu di bulan Ramadhan ini dengan membaca Al-Quran dan mempelajarinya dengan benar.

Selamat menjalankan ibadah di bulan seminya Al-Quran ya, kawan. Aku juga terus berusaha mencuri waktu untuk membaca Al-Quran di mana saja 🙂

foto by @Isra_Triansyah (makasih, om :D)

Advertisements