Ini cerita jalan-jalan ke Thailand tempo hari. Maaf baru bisa diposting sekarang, kawan! 😀 😀 enjoy….

Dinner Bareng di Al-Hilal Restaurant

Pijakan awal liburan di Thailand adalah Bandara Internasional Svarnabhumi Bangkok. Ya, selamat datang di negeri gajah putih.

Setelah memastikan tas di bagasi sudah di tangan, hal selanjutnya yang saya dan rekan-rekan lakukan adalah mencari counter operator system untuk mengaktifkan smart phone. Tiga malam empat hari tanpa smart phone tentu akan membosankan, bukan? Itulah alasan utama kami mencari counter operator di bandara, meski di luar sana juga bisa ditemukan.

Di bandara ini, mudah sekali menemukan counter-counter tersebut, bahkan letaknya selalu bersebelahan dengan money changer. Prosesnya pun tidak terlalu lama. Setelah transaksi selesai, saatnya kembali ke rombongan para ibu-ibu itu yang sudah menunggu di dekat bus yang akan membawa kami berkeliling. Maklum ya bu, ini kepentingan anak-anak muda hehehe…

Sebelum menaiki bus wisata tersebut, kami diberikan kesempatan untuk berfoto dengan seorang guide cantik berpakaian khas Thailand. Lalu, bus kami meluncur memasuki ibukota. Selama perjalanan itu, tour guide asli Thailand kami, Mr Wong memperkenalkan diri dan mulai bercerita tentang kawasan yang kami lewati dan hal apa saja yang bisa ditemui.

Kunjungan pertama kami yakni di Al-Hilal Restaurant.

Di wilayah yang 5%-nya adalah warga muslim, ternyata tidak terlalu sulit menemukan restoran muslim. Salah satunya Al-Hilal Restaurant ini. Mengingat posisinya yang strategis di kawasan Saphan Sung Bangkok. Padahal, sebelumnya sempat diperingatkan teman di Indonesia bahwa mencari makanan halal di sini cukup sulit. Meski hampir serupa, hidangan yang disajikan memang terasa beda di lidah. Di sana terhidang mulai dari telur dadar dan tom yam ala Thailand hingga fried ostrich with black pepper. Tom yam jelas menjadi hidangan utama makan malam kami.

Si pemilik restoran, Wanida Abdulsalam (foto kiri) mengatakan bahwa restorannya ini sudah berdiri sejak sembilan tahun yang lalu. Masakan yang mereka tawarkan tentu saja masakan halal dengan harga istimewa, mulai dari 100-200 bath per porsinya.“Untuk menunjukkan bahwa ini memang restoran muslim, saya dan keluarga sepakat memberi nama Al-Hilal sebagai simbol muslim,”katanya seperti diterjemahkan Mr. Wong kepadaku. Bersambung dulu ya… hihihihi

foto-foto: @phenbandel  (syukran, pen :D)

Advertisements