Gini nih, gawat deh…

Sudah beberapa hari ini lanjutan cerita travel Thailand ga ada. Hmmm…… sambil melintir ujung jilbab dua hari belakangan memang lagi ga sempat untuk buka blog. Maaf, padahal sudah mau komit untuk update tiap hari, meski lewat mobile sekalipun.

Benar pesannya para penulis, harus disegerakan menulis kalau kita sudah ada bahan dan peluangnya. Cukup menohok saat Mbak Windy Ariestanty yang sharing soal #travelwriting dalam akun @kartupos tempo hari menulis: “Keep a travel journal. Buat jurnal harian selama perjalanan. Jangan menunggu sampai kamu pulang.” hhehe…

Tapi, di postingan kali ini aku belum akan publish tulisan sambungan itu, kawan. Hanya mau share soal book signing maksa dengan Bang Darwis Tere Liye di Palembang. Kenapa maksa? Hari itu (Minggu, 4/11) memang ada acara jumpa penulis di Palembang  Sriwijaya Sport Center (PSCC). Maklum, jarang-jarang kotaku digelar acara book fair seperti di Braga Bandung atau di GBK Jakarta dengan banjirnya penulis terkenal.

Sebelumnya, dikasih info sama teman kalau season talkshow Tere Liye pukul 16.00 wib. Owh… itu berarti kami bisa menuntaskan tulisan dulu di kantor paling tidak hingga pukul 15.00 wib. Mengingat jarak kantor dan lokasi ga jauh. Tapi, di pukul 14.00 wib, @phenbandel  teriak dari pesannya di pesan ponsel kalau acara sudah mau selesai. Wiks!

– Mbaak di mana??? Sudah selesai ternyataaa bukan baru mule 😦

+ 😦 Book signing-nyo la selesai pulo po? *kaget dan mulai panik

– Ini lagi book signing, samping panggung

+ Tunggu… masih di kantor

– Aku tahan beliau, cepeeeeet!!

  *ga jawab karena lagi di jalan….ngebuuuut 😀 

– Ayoooo

– Ayook Mbaaaak,

– Beliau khusus nunggui mbak 10 menit dari sekarang

– PING!

Sesampai di lokasi, terlihat temanku itu tengah berbincang dengan Bang Darwis di depan pintu PSCC. Benar saja, penulis hebat itu memenuhi permintaannya untuk menungguku. Masya Allah… malu! Parahnya, setelah menyapa dan beliau siap untuk membubuhkan tanda tangan, dengan spontan aku bilang,”Bang, aku ga bawa bukunya.” Dueeng!!

Dengan senyum simpul, Bang Darwis pun menuliskan pesan dan tanda tangannya di buku notes liputan dengan pensil! Subhanallah, terima kasih, Bang… *joget

Advertisements