Tepis Anggapan Berhijab Kuno

Gaya berpakaian muslimah yang stylish dan fashionable. Inilah identitas yang melekat pada anggota komunitas hijabers, komunitas jilbab kontemporer yang perkembangannya sangat cepat di beberapa kota besar, termasuk Palembang.

plbg-hijaber_mushaful imam(lapsus)

Komunitas hijabers dikenal mampu mengembangkan tren baru berjilbab bagi wanita muslim Indonesia. Para anggotanya selalu menampilkan gaya berbusana yang jauh dari kesan kuno dan tidak keren. Dari komunitas ini juga, muncul gaya berjilbab unik dengan teknik pemakaian yang terkesan sulit. Menariknya, semakin unik gaya tersebut semakin banyak yang suka. Sebab, dengan menggunakan gaya jilbab yang berbeda dari yang lain, dianggap dapat menjadi pusat perhatian dan meningkatkan rasa percaya diri.

Namun, perkembangan mode berhijab ini dianggap sedikit mengesampingkan aturan menutup aurat. Sehingga ada pandangan bahwa komunitas hijabers menggeser esensi dalam berhijab sesuai syariat. Tidak hanya itu, secara ekonomi kebutuhan berpenampilan khas hijabers dinilai glamour dan terlalu berlebihan.

Positifnya, komunitas ini memotivasi kaum muslimah yang belum berhijab menjadi berhijab. Selain itu, ada upaya membangun identitas muslimah yang aktif dan kreatif. Terbukti, dengan ditopang oleh anggota yang memiliki interest yang sama, berbagai kegiatan bermanfaat banyak digelar komunitas hijabers. Mulai dari pengajian rutin, silaturahmi, kunjungan sosial, berwirausaha, hingga beauty class dan jilbab tutorial. Tak heran jika peminat komunitas ini semakin menjamur.

Sebagai wujud eksistensinya, komunitas hijabers terus melebarkan sayapnya dengan mengajak lebih banyak lagi anggota. Seperti yang dilakukan komunitas Hijabi Sister Community Indonesia (HSCI) Palembang. Komunitas hijabers ini bahkan rela mengganti nama sebelumnya Hijab Style Community Indonesia demi merangkul peminat dari kalangan mana pun. Untuk mengakrabkan, para anggotanya disapa dengan hijabi sister.

Ditemui di galerinya, Wakil Ketua HSCI Palembang Shabrina Ramadhanti mengatakan, HSCI digagas oleh Ammy Julian pada 2011 lalu yang berawal dari obrolan pertemanan. Ide itu disambut antusias oleh teman lain melalui jejaring sosial, termasuk dari kota lainnya. Dari sana, terbentulah komunitas HSCI yang kini sudah mempunyai cabang di berbagai kota, seperti Jakarta, Bali, Bandung, Samarinda, bahkan Malaysia.

Perubahan nama sendiri, diakuinya sebagai penyegaran setelah pergantian kepengurusan baru pada 17 Februari 2013 lalu. Dengan nama baru ini, pihaknya memastikan komunitas hijabers dapat menjadi wadah siapa saja untuk mengenal Islam lebih baik melalui pemahaman yang benar. Sebab, kegiatan pengajian akan dirutinkan satu bulan sekali dengan tema yang tertentu.

Tak hanya memotivasi kaum muslimah yang belum berhijab menjadi berhijab, kehadiran komunitas ini juga untuk menepis anggapan bahwa muslimah berhijab terkesan kuno. “Kami ingin menepis itu, jadi perempuan berhijab itu bisa tampil cantik. Tentu saja dengan tidak meninggalkan kaidah yang sudah ditetapkan Islam,” katanya, belum lama ini.

Besarnya antusias masyarakat pada komunitas ini, diakuinya dapat dilihat juga pada jumlah anggota di jejaring sosial yang kini semakin banyak. Untuk kota lain yang berminat membuka HSCI, menurutnya perlu syarat tertentu seperti kepengurusan yang cukup dengan anggota yang berjilbab dan mau mengikuti aturan. Dari sana, akta legalisasi cabang bisa didapatkan. “Cabang terakhir yang baru diresmikan itu di Kota Baturaja Sumsel. Kita hargai sekali, hijabi sister di Baturaja sangat antusias dengan menggelar acaranya lebih meriah dari kota-kota lain. Bahkan dari kami di pusat ini. Mungkin nanti bisa jadi contoh untuk cabang lainnya,”ungkap Shabrina.

Admin Humas HSCI Palembang Dewi Permata Hidayat menambahkan, rata-rata anggota komunitas hijabers berusia 15-40 tahun. Untuk HSCI sendiri, anggota dimulai dari siswi SMA, mahasiswi, sampai ibu pekerja. Pertemuan awal anggota biasanya dari event yang digelar, kemudian berlanjut pada obrolan tren mode dan sharing berhijab. “Event terdekat kita pada 21 April 2013 mendatang dengan mendatangkan Tasya Nur Medina Mecca. Mudah-mudahan, ada peminat baru untuk bergabung,”tuturnya. yulia savitri

TERBIT DI KORAN SINDO PALEMBANG 14 APRIL 2013

Foto oleh @kamerashaful mokasi kak

Advertisements