Seorang teman sangat pesimis dengan pileg dan pilpres tahun ini. Dia yakin, keadaan tidak akan berubah bila jarinya bertinta biru. “Bakal masih cak lamo tu la,”tukas dia dengan logat Palembang.

Lantas, siapa yang bisa mengubah keadaan menurut dia? Tidak ada kecuali Iwan Fals. Dia ingin penyanyi lagu ‘Bento’ itu jadi calon presiden! Bukan main-main dia menyatakan itu. Saya yakin ada dasar kekecewaan pada kinerja para wakil rakyat dalam argumennya.

Benarlah apa yang dituliskan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Sarlito Wirawan Sarwon dalam tulisan kolomnya di Koran Sindo pada Minggu (13/4). Dia menegaskan, bangsa ini memerlukan manusia setengah dewa seperti lagunya Iwan Fals. Wakil rakyat yang dicari itu mesti berakhlak dan bermoral tinggi sehingga dia berani menegakkan peraturan, berani melawan siapa saja yang melanggar peraturan, termasuk yang mengatasnamakan akhlak dan moral itu sendiri.

Tapi menurutku, kalau tidak memilih sama sekali seperti yang temanku lakukan, justru sosok yang dicari tidak akan pernah ketemu. Terlepas buruknya elektabilitas partai yang diusung, kalau pilihan sosok yang ada memang bervisi jelas dan baik untuk masa depan, why not? Tidak ada yang sempurna di dunia ini.

“Haha… terserah, pastinya aku bersyukur tidak harus ikut bertanggung jawab pada rusaknya negara ini,”tandas dia.

Hhmm… angkat tangan deh.

 

 

Advertisements