ramadan-kareem-wallpapers-20

Ada beberapa agenda besar yang menjadi pusat perhatian semua kalangan selama bulan puasa di tahun 2014. Diantaranya adalah Piala Dunia di Brazil dan Pemilihan Presiden 9 Juli. Percaya atau tidak, agenda-agenda ini cukup mempengaruhi perjalanan muslim dalam menunaikan ibadah puasanya.

Dari gaya hidup misalnya. Beberapa industri perhotelan ataupun restoran memanfaatkan agenda pesta sepakbola dunia dan pesta demokrasi ini untuk menggelar tema-tema menarik pada momen buka puasa. Ditawarkan pula paket nonton bareng pesta sepakbola dan sahur bagi para pelanggan dengan harga luar biasa.

Momen Piala Dunia memang menjadi hiburan yang ditunggu pecinta bola. Namun, jika tidak berhati-hati muslim bisa terlena untuk berfoya dan mengabaikan ibadah. Apalagi potensi ajang taruhan sangat besar dan ini memang terjadi di masyarakat kita.

Begitu juga dengan agenda Pemilihan Presiden. Di media sosial banyak terjadi pertarungan sengit antar para simpatisan. Pasca pelaksanaan Pemilu 9 Juli pun, aksi ejekan, cemooh, dan fitnah masih tak kunjung mereda. Bahkan cenderung kian memanas dengan tingkat kecurigaan yang tinggi.

Ironis, tentu saja. Apalagi sebagian mereka diketahui muslim dan tengah menjalankan ibadah puasa. Seakan hakikat puasa itu tidak berbekas di hati masing-masing. Padahal puasa dijalankan untuk mendidik, menahan, dan menjadikan manusia berlaku bijak. Tidak banyak yang memahami bahwa di balik fisik tubuh yang berpuasa ini, ada ruh yang lebih tidak terbatas. Ia mampu menjangkau kesadaran yang sangat tinggi. Kesadaran yang akan membuat diri manusia bijak dan teguh.

“Demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim malakutnya langit dan bumi, sehingga dia dapat menjadi diantara mereka yang memiliki keyakinan yang teguh,” (QS 6:75).

Sayangnya, sibuknya manusia pada urusan materi sudah membuat ruh menjadi gelap dan yang muncul hanyalah beragam sifat buruk. Hal ini membuat manusia berada dalam kuasa penuh godaan setan.

Puasa membasuh kembali kotoran-kotoran ruhani tersebut, sehingga membuat ruhani kita kembali bercahaya. Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kukabarkan kepada kalian perbuatan yang akan menjauhkan setan dari kalian seperti jauhnya timur dengan barat? Sahabat menjawab : “Kami mau, Ya Rasulullah,” Rasul berkata “Puasa, karena sesungguhnya puasa akan menggelapkan wajah setan,”

Semoga di bulan nan suci ini, kita mampu membasuh ruhani kita kembali. terbit di ngidangbuko 🙂

Advertisements