Saya terkagum-kagum jika melihat eksotisnya wisata laut Raja Ampat dari televisi maupun internet. Pemandangan lautnya yang menakjubkan sangat pantas jika Raja Ampat menjadi destinasi wisata pilihan dunia. Jadi pengen ke sana.

IMG_7152

Indahnya alam Raja Ampat_Indonesia.travel

Rasa penasaran itu sedikit terobati ketika melihat secara langsung hasil kerajinan tangan khas Raja Ampat yang dipamerkan di South Sumatera Expo 2014 di Palembang, Mei lalu. Masyarakat Raja Ampat ternyata memanfaatkan dengan baik kekayaan alam daerahnya untuk dijadikan barang-barang unik.

Saya memang belum pernah ke Raja Ampat. Tapi kalau boleh pamer, saya punya topi pandan pari khas Raja Ampat. Kini topi itu terpajang manis di dinding ruang tamu. Tidak beli, topinya diberikan langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Papua Barat yang merupakan istri Gubernur Papua Barat, Julieta Dias Ximenas. Sebuah keberuntungan bisa berbincang dengan beliau dalam kesempatan tersebut.

Topinya bergelombang warna-warni berbahan anyaman pandan laut. Bentuknya pun sangat unik yaitu ikan pari dengan sirip terbang dan ekor panjangnya. Di South Sumatera Expo 2014, topi pandan ini dibanderol Rp250.000 pertopi mengingat pembuatannya memang cukup rumit dan dibutuhkan waktu sekitar satu minggu lebih.

Plbg_Topi Pandan Papua_isra triansyah (5) (1)

Topi Pandan dengan bentuk ikan pari.

Kenapa terbilang rumit? Duri pandan hutan harus dihilangkan terlebih dulu dengan dipotong dan dihaluskan. Kemudian, daun pandan direbus agar lentur. Setelah cukup lentur, daun pandan dijemur sampai berwarna putih. Adapun untuk mewarnainya memang tidak mudah. Sebab, bahan pewarna yang digunakan adalah bahan alami. Misalnya untuk warna merah didapat dengan merebus daun pandan bersama akar mengkudu dan daun ketapang. Benar-benar kearifan lokal yang luar biasa dalam memanfaatkan alam. Setelah itu, baru dijemur kembali dan siap dianyam. Untuk menganyam pandan menjadi topi unik, perlu ketelatenan si penganyam. Dengan dibantu tali dan paku, sebuah topi pandan yang super menarik pun jadi dan bisa dipakai untuk jalan-jalan ke pantai. “Kamu bawa saja satu,”ucap Ibu Julieta tiba-tiba yang membuatku tersipu.

Di pameran tersebut, saya diperkenalkan pada kerajinan lainnya. Sebut saja, tifa atau alat musik pukul dari kayu seman yang diukir dengan sedemikian rupa. Kayu ini didapat dari pepohonan di kawasan pantai Raja Ampat. Selain untuk kerajinan tifa, kayu seman biasanya dipakai untuk bahan utama perahu masyarakat setempat. Kerajinan bahan kayu lain yaitu tas anyaman kayu kombo. Di wilayahku, Sumsel, pohon kombo ini sejenis pohon melinjo yang berbatang keras. Siapa sangka, kayu kombo bisa disulap menjadi tas unik yang diminati pendatang.

Plbg_Tifa Papua musi life_isra triansyah (9) (1)

Tifa Papua dengan ukiran kadal dan kulit ular kering.

Pasca resmi menjadi provinsi baru, dia menjelaskan, Papua Barat memang menjadi semakin dikenal terutama wilayah Raja Ampat. Ciri khas motif kerajinannya yang mudah dikenali yakni cendrawasih dan tifa kayu. Kedua motif ini banyak dipakai untuk kain tenun, batik, dan lukisan kayu. “Perlu kamu ketahui, ada 250 suku yang ada di Papua Barat. Semuanya mempunyai kerajinan khas yang memukau,”jelasnya.

kerajinan papua

Beberapa kerajinan khas Papua lainnya turut dipamerkan.

 

 

foto by: @isra

 

 

 

Advertisements