“Seasyik-asyiknya teman sendiri, pasti ada perbedaan dalam selera jalan-jalan.” (Trinity)

Jelang akhir tahun, pengajuan cuti kantor mulai mengantri. Kesempatanku untuk cuti bisa kudapat mulai 27 – 31 Agustus lalu. Sebuah kebetulan, teman yang hobi traveling menginformasikan adanya Dieng Culture Festival pada 30-31 Agustus 2014, dan ngajak jalan-jalan ke sana. Dieng? Dataran tertinggi di Jawa itu? Jadi, penasaran.

Aku setuju untuk janjian bareng dia dan teman-teman lainnya di terminal Cicaheum Bandung. Diperhitungkan Bandung – Wonosobo memakan waktu 12 jam dengan tiket bis hanya Rp85.000. Kami berangkat sekitar pukul 16.00 WIB dan sampai di pukul 04.00 WIB. Rencananya, kami tidak akan cari homestay di daerah Dieng, tapi ikut menginap di rumah teman di Wonosobo. Lumayan, bisa sedikit berhemat. Sementara jarak Wonosobo – Dieng cuma butuh 1 jam perjalanan dengan bis dalam kota/kabupaten.

Dari rombongan kami berlima itu, awalnya aku memang cuma kenal satu orang. Dia ini yang juga ikut backpacking ke Kediri tempo hari. Kini aku punya tiga teman baru lagi. Teman jalan yang asyik dan gila. Gilanya, mereka selalu bergerak santai. Seru sih. Tapi kalau sampai tidak menghargai waktu, tidak baik juga kurasa. Salah satu contohnya ketika posisi bis siap bergerak, mereka baru tiba di terminal. Ulala… saking paniknya dengan ulah mereka, temanku ini terlihat seperti induk kehilangan anaknya, hehe.

sikupu.wordpress.com

Welcome to Dieng

Wonosobo dingin, apalagi di Dieng ya. Di musim kemarau ini kira-kira berapa suhunya? Jujur aku cuma bawa jaket biasa, beda dengan teman-temanku yang bawa jaket super tebal bahkan ada yang sedia dua jaket. Mengetahui hal ini, mereka sampai sibuk mengatur agar jaket kedua itu bisa dipakai bergantian. Aduh baiknya. Beruntung, cuacanya tidak dingin sekali, jadinya jalan-jalan kami tetap nyaman.

sikupu.wordpress.com

Momen Festival, kondisi jalan masuknya mulai ramai.

Oke, kami memang tidak kebagian tiket festival tahunan itu. Sebab, katanya sudah sold out di bulan Juli, sementara kami baru rencana jalan di akhir Agustus. Tidak kecewa karena masih banyak destinasi lain yang bisa kami jelajahi di Dieng, seperti Telaga Warna, Bukit Sikunir, termasuk kompleks Candi Arjuna yang digunakan sebagai lokasi utama festival.

sikupu.wordpress.com

Sisi Timur Telaga Warna yang sedang menghijau

sikupu.wordpress.com

Nunggu sunset di Candi Arjuna

Kami pun masih bisa menyaksikan dari jarak dekat arak-arakan rombongan penyelenggara upacara pemotongan rambut anak gimbal Dieng. Bahkan berbincang ringan dengan keluarga si anak yang akan dipotong rambutnya. Di acara tersebut, ternyata permintaan si anak gimbal harus dipenuhi, salah satunya sepeda warna pink.

sikupu.wordpress.com

Kebutuhan-kebutuhan upacara potong rambut gimbal.

Informasinya, ada sekitar 26.000 pengunjung yang hadir di festival itu, mulai dari penduduk Dieng sendiri, para jurnalis, traveler, pecinta alam, bahkan bloggers. Tidak heran, ketika akan naik ke Bukit Sikunir untuk melihat sunrise di 31 Agustus pagi, jalur pendakian penuh sesak dengan orang-orang yang punya tujuan sama.

sikupu.wordpress.com

Ratusan orang nikmati sunrise di Bukit Sikunir.

sikupu.wordpress.com

Sejuknya suasana pagi Bukit Sikunir

Beda orang ya beda pemikiran. Dari momen jalan seperti ini aku bisa memahami karakter teman-teman dengan baik. Ada yang manja, mau seenaknya sendiri. Ada yang disiplin dan patuh pada aturan, selalu mencari jalan yang halal. Ada yang sibuk ngemil, ada yang dewasa dan mengayomi, bahkan ada yang hobi menggerutu dan provokasi, mungkin. Mengingat, kondisi pendakian memang padat merayap. Sampai akhirnya kami sepakat tidak perlu lanjutkan pendakian sampai ke puncak Bukit Sikunir. Padahal tinggal 100 meter lagi. Hiks! Pastinya, di balik beragam cerita dan masalah ketika perjalanan itu, aku tetap senang bisa menghabiskan waktu liburanku bersama mereka.  

Menurut Trinity sih, ada beberapa kriteria teman jalan yang asyik:

– Nyambung dan punya selera humor
– Positif
– Adeventurous
– Banyak akal
– Street smart
– Saling membantu dan tidak hitung-hitungan
– Jujur
– Tidak memaksa
– Tidak manja
– Punya pendapat
– Tidak bertindak kriminal
– Punya bujet yang besar hehehe

Advertisements