Fakta Menarik Ziarah Kubro Palembang

 

Untuk pertama kalinya, akses Jembatan Musi IV Palembang ditutup selama kegiatan Ziarah Kubro, Sabtu (27/4) pagi.

Kegiatan menziarahi makam-makam ulama jelang bulan Ramadhan itu dilakukan berjalan kaki. Sejak pukul 06.00 wib, para peziarah berpakaian serba putih berjalan bersama diiringi dengan marawis dan shalawat bersahutan. Bendera-bendera beraksara arab turut menyemarakkan arak-arakan tersebut. Jarak tempuh yang cukup jauh tidak menyurutkan antusiasme peserta.

“Karena itu, guna kelancaran kegiatan sejumlah jalan yang menjadi lintasan longmarch peziarah ditutup sementara, termasuk Jembatan Musi IV. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Satlantas,”jelas Ketua Panitia Ziarah Kubro 2019, Alhabib Abdurrahman Alhabsyi didampingi Habib Mahdi Syahab.

Tak hanya menutup akses Jembatan Musi IV, berikut fakta-fakta menarik Ziarah Kubro yang bisa jadi sorotan untuk diikuti di tahun berikutnya:

Dihadiri Ribuan Umat Muslim Dalam dan Luar Negeri

Suasana arak-arakan peserta Ziarah Kubro Palembang 2019/Ist.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian Ziarah Kubro Palembang dihadiri ribuan warga muslim dari penjuru tanah air dan luar negeri. Mulai dari pejabat, sejumlah ulama, hingga masyarakat umum. Tamu luar negeri juga ada. Kebanyakan berasal dari negara rumpun melayu seperti Malaysia, Singapura, Bruneidarussalam, dan Thailand. Adapula dari negara Arab seperti Palestina, Yaman, Madinah, Makkah, dan Qatar.

Menjadi Agenda Event Kemenpar RI

Skema jalur yang dilalui peserta Ziarah Kubro Palembang 2019 di hari kedua/Ist.

Tradisi ini memang menyedot perhatian dan sudah ditetapkan sebagai wisata religi. Terbukti, ziarah massal ini tercatat dalam agenda event Kementerian Pariwisata RI. Kegiatan dikemas khusus untuk jemaah pria. Semakin menarik karena makam yang dikunjungi tidak hanya satu. Itu sebabnya, Ziarah Kubro dilaksanakan dalam tiga hari berturut-turut.

Ziarah Kubro biasanya diadakan tiga hari di 10 hari terakhir bulan Syaban. Tahun ini digelar pada Jumat (26/4) sampai Minggu (28/4). Pada hari pertama , peserta ziarah bergerak ke tiga pemakaman habib di kawasan Kuto Seberang Ilir Sungai Musi. Acara ditutup dengan makan siang bersama sebelum bersiap untuk salat Jumat. Pada hari kedua peziarah ke kompleks pemakaman Telaga Sewidak dan pemakaman As-Seggaf di kawasan Seberang Ulu yang menjadi akses Jembatan Musi IV. Puncaknya, pada hari ketiga peziarah ke kawasan Kampung Sei Bayas yang merupakan kampung bersejarah, pemakaman Pangeran Syarif Ali, Kawah Tengkurep, dan Kambang Koci. Di hari itu juga digelar wisata bahari dari Benteng Kuto Besak ke pemakaman di Pulau Kemaro dan makam Kyai Muara Ogan (ulama besar Palembang) di kawasan Kertapati.

Panitia Siapkan 2 Ton Beras

Panitia Ziarah Kubro 2019 memberikan keterangan pers satu hari sebelum kegiatan/lia.

Panitia mempersiapkan makanan untuk 20.000 orang. Mengingat peserta ziarah tahun lalu terbilang 15.000 orang yang dihitung dari jumlah sajian nampan. Untuk itu, tahun ini disiapkan 250 ekor kambing dan 2 ton beras untuk hidangan nasi minyak khas Yaman. Mahdi menyebut, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ribuan orang tersebut membutuhkan dana kurang lebih Rp300juta. “Dana dari para donatur karena ini gerakan umat,”terang Mahdi.

Ziarah Kubro diakui sebagai upaya melestarikan tradisi penghormatan kepada ulama dan pemimpin. Selain untuk silaturahmi, tentu akan ada efek berkelanjutan dan berdampak di segala sektor, seperti pengembangan perekonomian, pariwisata, dan lainnya. Tidak heran jika Ziarah Kubro dapat menyedot perhatian wisatawan.

Advertisements