Tag Archives: festival taman kota

Apa jadinya kalau komunitas-komunitas independen bergabung dalam satu gelaran acara? Menarik, tentu saja. Semenarik Festival Taman Kota yang dilaksanakan di Taman Kampus Palembang, Minggu (30/3) lalu.

Ya, taman yang berlokasi tepat di depan gedung TVRI Palembang (Jalan POM IX) mendadak ramai didatangi anak-anak muda di kotaku pada Minggu sore itu. Tidak heran, di sana ada lapak baca gratis, pameran karya seni rupa, dan foto monografi. Mereka yang datang disuguhi panggung puisi, musik akustik, teater, dan pemutaran film. Tidak hanya itu, digelar juga kegiatan belajar bersama anak-anak, jam strip komik, diskusi sastra, dan workshop zine Bahkan, ada makan dan minum gratis, sharing menu, demo masak, serta kegembiraan gathering antar komunitas membuat event ini makin semarak.

Suasana Festival Taman Kota Palembang

Suasana Festival Taman Kota Palembang

Layaknya piknik di tengah kota, festival yang pertama kalinya digelar ini bisa menjadi alternatif hiburan para kaum urban. Terutama dalam mengisi akhir pekan dan melepas penat dari kesibukan harian. Siapa saja bisa hadir untuk membaca, menyanyi, menggambar, menonton, atau lainnya sesuai minat. Tidak sedikit dari mereka yang datang, mengabadikan diri di spot-spot menarik di lokasi festival.

35 foto monografi dipamerkan

“Di sini, kami pamerkan 35 karya foto monografi bertema lingkungan. Semoga bisa menginspirasi yang lain,”kata Mochammad Ali, salah satu anggota Palembang Monography.

plbg-festival taman kota 5_mushaful imam(musi life)

suasana nobar film pendek

Event yang digelar mulai pukul 13.00 – 21.00 wib ini digagas bersama oleh komunitas-komunitas di Palembang. Diantaranya Komunitas Halte Sastra (sastra), Bangku Merah (film), Ink Studio (komik), Teater Bingkai (Bingkai), Ruang Bebas Baca (literasi), Sangkakalam (penerbitan alternatif), Bingkai Bangkai (kolase), Spektakel (musik), Palembang Monography (fotografi), dan Urban Piknik.

plbg-festival taman kota_mushaful imam(musi life)

bebas baca dan diskusi sastra

Setiap komunitas bahkan membuat poster bertajuk Festival Taman Kota dengan gaya khas masing-masing. Meski tanpa support pemerintah, event kolektif ini meriah sesuai harapan. Ewin, temanku, menegaskan di sini tidak ada panitia penyelenggaran, semua komunitas yang terlibat bergerak untuk menyukseskannya bersama. Jadi, salah besar kalau ada lembaga tertentu yang mendeklarasikan diri sebagai penyelenggara. Hmm… menarik, kan?

Foto by: kak shaful

 

Advertisements